About

Pages

Selasa, 12 November 2013

KNOWLEDGE SHARING

Berbagai definisi diutarakan mengenai pengertian pengetahuan. Pengetahuan bukan merupakan suatu data atau informasi, namun dapat berhubungan dengan keduanya (Davenport dan Prusak, 2000). Pengetahuan didefinisikan sebagai: a fluid mix of framed experience, value, contextual information, and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information. It origins and is applied in the minds of knowers. In organisation, it often becomes embedded not only in documents or repositories buat also in organizational routines, processs, practices, and norms (Davenport dan Prusak, 1998).

Knowledge sharing didefinisikan sebagai sebuah pertukaran pengetahuan antar dua individu; satu orang yang mengkomunikasikan pengetahuan, seorang lainnya mengasimilasi pengetahuan tersebut (Jacobson, 2006). Penelitian lain mengartikan knowledge sharing sebagai "the exchange or transfer process of fact, opinions, ideas, theories, princples and model within and between organizations include trial and error, feedback, and mutual adjustment of both the sender and receiver of knowledge" (Szulanski, 1996). Definisi diatas diperluas lagi dengan pernyataan bahwa knowledge sharing merupakan proses dimana individu secara kolektif dan iteratif memperbaiki sebuah pemikiran, gagasan, atau saran sesuai dengan petunjuk pengalaman (West dan Mayer, 1997). Gasasan awalnya dapat dimodifikasi secara progresif atau ditolak secara terus-menerus sampai perspektif bersama muncul. Ireland, Hitt dan Vaidyanath (2002) mendefinisikannya sebagai proses mengembangkan, mentransfer, mengintegrasikan dan menggunakan pengetahuan secara efektif dan efisien.
 

Hooff dan Ridder (2004) memberikan pemahaman mengenai knowledge sharing sebagai proses dimana para individu secara mutual mempertukarkan pengetahuan mereka (tacit and explisit) dan secara terpadu menciptakan pengetahuan baru. Definisi ini memberi gambaran bahwa dlihat dari segi perilaku knowledge sharing terdiri dari dua hal, yaitu: 
  1. knowledge donating, yaitu bagaimana seseorang mengkomunikasikan model intelektual individu seseorang kepada yang lainnya.
  1. knowledge collecting, yaitu bagaimana seseorang berkonsultasi kepada pihak lain untuk melakukan model intelektual individu yang dimiliki.

KNOWLEDGE MANAGEMENT LIFE CYCLE

knowledge Management Lifecycle Proses knowledge management system merupakan IT-based system yang dibangun untuk mendukung dan mengembangkan knowledge yang ada di organisasi. Knowledge management lifecycle dapat diterapkan pada konteks teknologi informasi dari sistem knowledge management. Berdasarkan model siklus knowledge management lifecycle terdapat empat tahapan yaitu creation, storage atau retrieval, transfer dan application.  

proses creation adalah proses identifikasi knowledge yang ada di perusahaan, serta usaha memunculkan knowledge baru dari proses pembelajaran. Model ini menyadari bahwa knowledge creation di organisasi melibatkan interkasi yang berkelanjutan diantara tacit dan explicit knowledge serta bergerak secara spiral ketika knowledge berpindah melalui individu, kelompok dan organisasi. Nonaka dan Takeuchi telah mengidentifikasikan empat model dari knowledge creation yaitu socialization, externalization, combination dan internalization. Model ini dikenal sebagai model SECI.

Proses creation diikuti oleh proses storage atau retrieval, yaitu kegiatan penyimpanan knowledge ke dalam bentuk yang dapat dengan mudah diakses dan diambil lagi pada lain waktu. Proses berikutnya adalah pengambilan dan transfer knowledge yang telah tersimpan dalam basis knowledge, baik itu antara individu, kelompok, organisasi, ataupun dari dokumen yang tersimpan. Proses application merupakan proses pengaplikasian dari knowledge hingga knowledge bisa digunakan. Menurut Alavi dan Leidner aspek penting dari teori berbasis knowledge dari suatu organisasi adalah bahwa sumber dari keunggulan kompetitif berada dalam knowledge application dan bukan dalam pengetahuan itu sendiri. Dalam hal ini peran teknologi dapat mendukung knowledge application dengan melekatkan pengetahuan ke dalam rutinitas organisasi.
Berdasarkan model siklus dari Alavi dan Leidner dapat disimpulkan bahwa knowledge management lifecycle dapat diterapkan pada konteks teknologi informasi dari sistem knowledge management.

KNOWLEDGE PORTAL


Portals adalah aplikasi berbasis web, yang memberikan akses terhadap informasi secara online, menjamin keamanan terhadap partisipan dalam proses bisnis dan berkolaborasi dengan pengguna melalui integrasi aplikasi Web eksternal dan sistem back-office internal .

contoh EKP yang suskes adalah Cisco's Employee Connection. portal tersebut menyediakan akses ke intranet perusahaan kapan dan dimana saja; portal terseut dihitung dapat menghemat sebesar $550 juta setiap tahunnya, dimana yang paling menentukan adalah improved self service. tujuan dari sistem tersbut adalah untuk menghubungkan sebanyak mungkin sistem dan aplikasi sehingga pengguna memiliki tempat masuk tunggal ke dalam Cisco's information systems.


Tujuan portal adalah memberikan informasi yang relevan terhadap pekerja perusahaan, mempercepat memperoleh partner pemasok dan pelanggan, mengurangi kompleksitas dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Personalization merupakan kunci utama dalam arsitektur portal. Knowledge worker harus mengelola dan mengirimkan informasi berdasarkan kebutuhan. Menyediakan layanan yang dapat dikutomisasi oleh usernya, kapanpun, dimanapun dan untuk perangkat apapun, semuanya itu merupakan layanan akses yang ada dimana-mana.

Minggu, 02 Juni 2013

macam macam referensi style

Sistem penulisan referensi Harvard membahas format untuk penulisan dan pengorganisasian kutipan dari materi sumber. Sistem ini juga dikenal dengan sebutan author-date system —sistem penulis-tanggal— (Curtin University, 2007: 1), dan parenthetical referencing —penulisan referensi dalam kurung—(Perelman, Barrett & Paradis, 2000).
Dalam sistem penulisan referensi Harvard, kutipan singkat terhadap sumber ditulis dalam kurung di dalam teks dari suatu artikel, dan kutipan lengkapnya dikumpulkan dalam urutan abjad di bawah judul "Referensi", "Daftar Rujukan", atau "Daftar Acuan" di bagian akhir. Kutipan di dalam teks ditempatkan di dalam kurung setelah kalimat atau bagiannya, diikuti tahun penerbitan, seperti (Smith 2005), dan nomor halaman bila diperlukan (Smith 2005, h. 1) atau (Smith 2005:1). Kemudian dalam bagian Referensi, kutipan lengkap diberikan:
Smith, John. (2005). Playing nicely together. St. Petersburg, FL (USA): Wikimedia Foundation.
Sistem penulisan referensi Harvard adalah gaya penulisan yang lebih disukai oleh British Standards Institution (1990), American Psychological Association (APA Style 2001). Gaya ini merupakan salah satu dari beberapa sistem yang direkomendasikan olehCouncil of Science Editors (Scientific Style and Format 2006, intro)[1] dan Chicago Manual of Style (2003).


Menurut makalah tahun 1896 tentang bibliografi oleh
 Charles Sedgwick Minot dari Harvard Medical School, asal mula dari sistem penulisan referensi Harvard adalah dari makalah karya Edward Laurens Mark, Hersey profesor anatomi dan direktur laboratorium zoologi di Harvard University, yang mungkin menyalinnya dari sistem katalog yang digunakan pada saat itu sampai sekarang oleh perpustakaan Musium Zoologi Komparatif Harvard.[2] Pada tahun 1881, Mark menulis makalah tentang kelahiran embrio siput taman, yang menyertakan kutipan jenis penulis-tanggal dalam kurung di halaman 194, contoh pertama dari referensi demikian (Mark 1881, p.194). Sampai saat itu, menurut Eli Chernin yang menulis dalam British Medical Journal, referensi muncul dalam gaya yang tidak konsisten dalam catatan kaki, yang dirujuk dalam teks menggunakan beragam simbol pencetak, termasuk tanda bintang dan tanda salib.[2]Asal Mula

[sunting]

Chernin mencatat bahwa suatu tulisan penghargaan (festschrift) pada tahun 1903 didedikasikan pada Mark oleh 140 mahasiswa, termasuk Theodore Roosevelt, mengkonfirmasikan bahwa penulisan referensi sistem Harvard dimunculkan oleh Mark. Tulisan tersebut memberikan penghormatan pada makalah Mark tahun 1881, tulisan yang "memperkenalkan pada zoologi kutipan yang lengkap dan akurat serta metoda yang menyenangkan dan seragam untuk penulisan referensi dari teks ke bibliografi."[2]
Menurut catatan editorial dalam British Medical Journal tahun 1945, anekdot yang belum terkonfirmasi menyatakan bahwa istilah "sistem Harvard" diperkenalkan oleh pendatang dari Inggris ke perpustakaan Harvard University, yang terkesan dengan sistem kutipan itu, dan menamainya "sistem Harvard" saat kembali ke Inggris.[2]
Ciri yang aneh dari 'sistem Harvard' adalah bahwa menurut pustakawan Harvard sendiri, "Sistem Harvard adalah suatu kesalahan penamaan (Bourneuf n.d.)". Di Inggris dan negara-negara persemakmuran, sebelumnya disebut persemakmuran Inggris, nama 'sistem Harvard' banyak digunakan, tapi tidak di universitas yang dijadikan nama sistem tersebut. Pernah dikatakan oleh profesor di Harvard bahwa, "(Sistem) itu seperti apa yang kita sebut Sistem Ilmu Sosial".

Penggunaan [sunting]

Sistem Harvard digunakan terutama dalam ilmu sosial, dengan versi pertama dari tuntunan gaya APA yang sudah diterbitkan pada tahun 1929 (Roediger 2004).
Jenis penulisan referensi yang sama, dikenal beragam seperti nomor-penulis, urutan-kutipan, atau Sistem Vancouver, telah digunakan oleh jurnal medis Inggris dan Badan Editor Biologi Amerika Serikat (sekarang Badan Editor Ilmiah). Sarjana dalam bidang seni dan sastra secara tradisional lebih menyukai sistem "documentary-note". Selama tahun 1980an, kemudahan penulisan referensi mulai mengalahkan tradisi dan kutipan dalam teks mulai muncul dalam bidang sastra, dalam Chicago Manual of Style dan MLA Handbook. Dalam dekade-dekade terakhir, kebanyakan organisasi sarjana dan profesional telah mengadopsi sistem penulisan referensi Harvard.[3]

Cara pengutipan [sunting]

Struktur kutipan dalam sistem penulisan referensi Harvard adalah nama penulis, tahun penerbitan, dan rentang nomor halaman, dalam kurung, seperti diilustrasikan dalam contoh Smith sedikit di bawah bagian teratas artikel ini.
  • Nomor halaman dihilangkan bila seluruh tulisan dikutip. Nama penulis dihilangkan bila sudah ada dalam teks. Sehingga akan ditulis: "Jones (2001) merevolusi bidang bedah trauma."
  • Dua atau tiga penulis dikutip dengan menggunakan kata "dan" atau tanda "&": (Deane, Smith, dan Jones, 1991) atau (Deane, Smith & Jones, 1991). Enam atau lebih penulis dikutip menggunakan et al. (Deane et al. 1992).
  • Tahun yang tidak diketahui dikutip sebagai no date (Deane n.d.). Rujukan pada cetak ulang dikutip dengan tahun publikasi asli di dalam kurung siku(Marx [1867] 1967, p. 90).
  • Bila seorang penulis menerbitkan dua buku pada tahun 2005, tahun dari buku pertama (dalam urutan abjad dari rujukan) dikutip sebagai 2005a, dan yang kedua sebagai 2005b.
  • Kutipan ditempatkan di tempat yang cocok, di tengah atau di akhir kalimat. Bila di akhir kalimat, ditempatkan sebelum titik, tapi untuk seluruh blok kutipan ditempatkan segera setelah titik di akhir blok karena catatan kutipan itu bukan bagian dari kutipan itu sendiri.
  • Kutipan lengkap disediakan dalam urutan berdasar abjad di bagian setelah teks, biasanya ditandai sebagai "Referensi", "Daftar rujukan", atau "Daftar acuan." Perbedaannya dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah bahwa daftar pustaka dan bibliografi bisa menyertakan tulisan yang tidak dikutip secara langsung dalam teks.
  • Seluruh kutipan menggunakan font yang sama dengan teks utama.
  • Bila mengutip sumber dari internet, juga perlu menyediakan nama dan tempat dari sponsor sumber, tanggal mengakses, keseluruhan URL atau hanya rincian situs utama, sebagai tambahan informasi tentang penulis/editor, tahun terbit, dan judul dokumen. Sumber kutipan juga lebih disukai bila ditandai dengan kurung siku sebagai [internet] atau [online] untuk menekankan bahwa ini adalah versi tidak tercetak.

Contoh [sunting]

Contoh dari rujukan buku adalah:
  • Smith, J. (2005a). Harvard Referencing. London: Jolly Good Publishing.
  • Smith, J. (2005b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.
Dalam menuliskan kota tempat terbit, kota yang telah dikenal secara internasional (seperti London atau New York) dikutip hanya kotanya saja. Bila kotanya kurang dikenal secara internasional, negaranya (atau provinsi untuk Indonesia) juga disertakan.
Contoh dari rujukan jurnal adalah:
  • Smith, John Maynard. (1998). The origin of altruism. Nature 393: 639–40.
Artikel surat kabar biasanya dikutip dalam teks tapi dihilangkan dalam bagian "Daftar rujukan". Contoh pengutipan surat kabar formal adalah:
Bila publikasinya offline:
  • Bowcott, O. (18 Oktober 2005). Protests halt online auction to shoot stag. The Guardian.

tahapan penelitian

TAHAP- TAHAP PROSES PENELITIAN

1. Mengidentifikasi Masalah
2. Membuat Hipotesa
3. Studi Literature
4. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel
5. Membuat Definisi Operasional
6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel
7. Menyusun Desain Penelitian
8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran
9. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview
10. Melakukan Analisa Statistik
11. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data
12. Menulis Laporan Hasil Penelitian

1. Mengidentifikasi Masalah
Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.
2 Membuat Hipotesa
Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V.
3. Studi Literature
Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.
4. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel
Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.
5. Membuat Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.
6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel
Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.
7. Menyusun Desain Penelitian
Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.
8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran
Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.
9. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.
10. Melakukan Analisa Statistik
Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.
11. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data
Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.
12. Menulis Laporan Hasil Penelitian
Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pemb
aca atau penyandang dana.

manfaat literatur review

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.
  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel)  sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevant terhadap penelitian ini.
  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah capai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun diatas platform dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.
  5. Untuk mengetahui orang lain yang spesialis dan mengerjakan di area penelitian yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberi kontribusi sumber daya yang berharga.

POPULASI DAN SAMPEL

  • 1. Populasi adalah wilayah generalisasi berupasubjek atau objek yang diteliti untuk dipelajaridan diambil kesimpulan. Satuan-satuan inidisebut unit analisa. Unit analisa mungkinmerupakan orang, rumahtangga, tanahpertanian, perusahaan, dll.
  • 2. Sedangkan sampel adalah sebagian daripopulasi yang diteliti. Satuan-satuan yangakan diteliti di dalam sampel dinamakan unitsampel.Keseluruhan unit sampel membentukkerangka sampel (sample frame), dan darisinilah anggota sampel dipilih.

Rabu, 10 April 2013

database


TUTORIAL MEMBUAT DATA BASE ACCESS 2007 DENGAN VISUAL BASIC 6.0


Dalam membuat program database cukuplah mudah hanya saja dalam pembuatan programnya prosedural. Yang namanya database, sekarang sudah sangat diperlukan, hampir di semua instansi baik pemerintah maupun swasta. Database merupakan Kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. 
Mengapa Diperlukan Database alasannya antara lain :
  1. Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
  2. Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan
·     Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
  • Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
  • Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
  • Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar
Berikut langkah-langkah dalam membuat program database:
1.      Buka program VB 6.0 anda
2.      Pada New Project pilihlah VB Enterprise Edition Controls ini tujuannya adalah supaya komponen-komponen pada visual basic dimunculkan
3.      Klik OK
4.    Anggaplah sekarang ini kita akan membuat Program data Base untuk Perpustakaan.
5.    Disainlah Form anda seperti gambar berikut :
Gambar di atas bisa di artikena dengan 5 buah label, 4 buah teks box, 8 Command Button, 1 buah data grid dan 1 adodc seperti komponen-komponen berikut :
Komponen
Properties
Value
Label1
Caption
Alignment
DATA BUK
centre
Label2
Caption
ISBN
Label3
Caption
Judul
Label4
Caption
Pengarang
Label5
Caption
Penerbit
Text1
Name
Text
ISBN
“Kosongkan”
Text2
Name
Text
Judul
“Kosongkan”
Text3
Name
Text
Pengarang
“Kosongkan”
Text4
Name
Text
Penerbit
“Kosongkan”
Command1
Name
Caption
Cmd_Simpan
Simpan
Command2
Name
Caption
Cmd_Koreksi
Koreksi
Command3
Name
Caption
Cmd_Hapus
Hapus
Command4
Name
Caption
Cmd_Keluar
Keluar
Command5
Name
Caption
Cmd_Firts
First
Command6
Name
Caption
Cmd_Previeous
Previeous
Command7
Name
Caption
Cmd_Next
Next
Command8
Name
Caption
Cmd_Last
Last
Adodc
Caption
Data Buku Perpustakaan
Data Grid
Data Source
Adodc1




3.    Bukalah Microsoft Office Access 2007 dikomputer Anda
4.    Klik Blank Data Base
5.    Klik Folder Lokasi Penyimpanan Data base disebelah kanan
6.    Pada Kotak Dialog File New Data Base Ketiklah Nama File Namenya dengan “DBPerpustaka” dan pada Save As Type pilih “Microsoft Office Access Data Base (2002-2003)(*.mdb)”
7.    Klik OK Kemuan Klik Create
8.    Klik Table1:Table à View à Design View Ketik nama Tabel untuk Data Basenya dengan “TBuku” Kemudian Buatlah seperti gambar berikut :
File Name
Data Type
Field Size
ISBN
Text
13
Judul
Text
50
Pengarang
Text
30
Penerbit
Text
30

Hasilnya kurang lebih akan menjadi seperti :

 9.      Simpan kemudian kemudian Data base perpustakaan harus di tutup atau di close
10.      Selanjutnya kita kembali ke project dan form di Visual basic. Klik Kanan pada Adodc1 Pilih Adodc Properties
11.      Klik Tab General pada Property Pagesà Klik Buil pada Use Conection String.
12.      Klik Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider à Klik Next

13.   Pada Data Link Properties pilih nomor 1 klik kota di sebelah kanan tanda lingkaran
14.   Kemudian Pilih dimana letak file Data Base “DBPerpustaka.mdb” Kemudian Klik Open.
15.   Klik Test Connection sampai keluar kata “Test Connection Succeeded”

16.   Klik OK
17.   Klik Apply
18.   OK
19.   Selanjutnya kita akan menuliskan Code Program
Dobel klik cmd_Simpan, ketik code berikut
Private Sub cmd_Simpan_Click()
    With Adodc1
    Adodc1.Recordset.AddNew
    .Recordset.Fields(0) = isbn.Text
    .Recordset.Fields(1) = Judul.Text
    .Recordset.Fields(2) = Pengarang.Text
    .Recordset.Fields(3) = Penerbit.Text
    Adodc1.Recordset.Update
    End With
        isbn.Text = ""
        Judul.Text = ""
        Pengarang.Text = ""
        Penerbit.Text = ""
    isbn.SetFocus
End Sub

  
Dobel klik cmd_Koreksi, ketik code berikut !
Private Sub cmd_Koreksi_Click()
     With Adodc1
    Adodc1.Recordset.Update
    .Recordset.Fields(0) = isbn.Text
    .Recordset.Fields(1) = Judul.Text
    .Recordset.Fields(2) = Pengarang.Text
    .Recordset.Fields(3) = Penerbit.Text
    Adodc1.Recordset.Update
    End With
        isbn.Text = ""
        Judul.Text = ""
        Pengarang.Text = ""
        Penerbit.Text = ""
    isbn.SetFocus  
End Sub

  
Dobel klik cmd_Hapus, masukkan code berikut ini :
Private Sub cmd_Hapus_Click()
    Adodc1.Recordset.Delete
        isbn.Text = ""
        Judul.Text = ""
        Pengarang.Text = ""
        Penerbit.Text = ""
    isbn.SetFocus
  End Sub

Dobel klik cmd_Keluar masukkan Code berikut
      Private Sub cmd_Hapus_Click()
          Unload Me
   End Sub

Dobel klik cmd_First, Ketik code berikut !
Private Sub Cmd_Firts_Click()
    With Adodc1.Recordset
    .MoveLast
        isbn.Text = .Fields(0)
        Judul.Text = .Fields(1)
        Pengarang.Text = .Fields(2)
        Penerbit.Text = .Fields(3)
    End With
End Sub


Dobel klik cmd_Previeous, Ketik code berikut !
Private Sub Cmd_Previeous_Click()
    With Adodc1.Recordset
    .MovePrevious
    If .BOF Then
       .MoveFirst
    End If
        isbn.Text = .Fields(0)
        Judul.Text = .Fields(1)
        Pengarang.Text = .Fields(2)
        Penerbit.Text = .Fields(3)
    End With
End Sub
 


Dobel klik cmd_Next, Ketik code berikut !
Private Sub Cmd_Next_Click()
    With Adodc1.Recordset
    .MoveNext
    If .EOF Then
       .MoveLast
    End If
        isbn.Text = .Fields(0)
        Judul.Text = .Fields(1)
        Pengarang.Text = .Fields(2)
        Penerbit.Text = .Fields(3)
    End With
End Sub


Dobel klik cmd_Last Ketik code berikut !
 Private Sub Cmd_Last_Click()
    With Adodc1.Recordset
    .MoveLast
        isbn.Text = .Fields(0)
        Judul.Text = .Fields(1)
        Pengarang.Text = .Fields(2)
        Penerbit.Text = .Fields(3)
End With
End Sub


20.  Lebih Jelasnya tentang tutorial ini alangkah baiknya anda berperdoman ke pada file aslinya. Saya menyadarinya karena ini kalimatnya masih kurang bagus dan gambarnyapun kurang memuaskan.

File aslinya dapat anda download di sini !
 

Blogger news